Monday, June 22, 2015

Console OS: Android untuk PC yang Bisa Dual Boot dengan Windows



Melalui Kickstarter, Mobile Media Ventures memperkenalkan Console OS, versi modifikasi dari Android yang dioptimasi untuk PC. Console OS ini bisa digunakan sebagai OS utama di komputer desktop maupun tablet dan bisa di dual boot dengan Windows.

 
Console OS bukanlah sebuah emulator, tetapi benar-benar Android yang terinstall di PC secara native. Dia bisa di dual boot dengan Windows 8.1 secara otomatis, hanya butuh waktu sekitar 10 detik saja untuk berpindah dari Android ke Windows 8.1.
Sama seperti fitur Snap View di Windows 8.1, Console OS juga bisa menjalankan dan menampilkan dua aplikasi Android secara bersamaan. Bahkan OS ini juga support OpenGL yang membuat performanya saat digunakan untuk gaming cukup optimal.
Di Console OS kamu bisa mendownload aplikasi dari Google Play melalui Native App Store yang dimiliki OS tersebut.
Mobile Media Ventures menyatakan bahwa mereka membuat Console OS ini dengan tujuan untuk membuat pengguna bisa menikmati jutaan aplikasi Android melalui PC mereka. Console OS akan menjadikan Android sebagai OS utama di PC yang kamu gunakan, tetapi dengan kemampuan untuk berpindah ke OS Windows kapanpun diperlukan.
Karena diperuntukkan bagi pengguna PC, maka Console OS tidak hanya teroptimasi untuk pengguna layar touchscreen, tetapi juga untuk pengguna layar non-touchscreen.
Hingga saat ini Google masih memberikan sekat yang jelas antara kedua sistem operasi (OS) yang dikembangkannya tersebut. Chrome OS untuk perangkat notebook dan Android OS untuk perangkat smartphopne dan tablet.
 
Belakangan, sejalan dengan semakin pesatnya perkembangan Android, beberapa produsen PC, seperti Samsung, Acer, HP, Asus, dan lain-lainnya juga mulai menggunakan Android pada perangkat di luar smartphone dan tablet. Baik yang berdampingan dengan Windows OS, ada pula yang terpasang sendiri (non-Windows).
 
Daya tarik terbesar Android dibandingkan Chrome OS adalah jumlah aplikasinya (app) yang saat ini tercatat sudah mencapai di atas 1,5 juta app. Besarnya jumlah app ini mungkin menjadi salah satu alasan dari beberapa kalangan yang menginginkan Android OS bukan hanya dirancang sebagai sistem operasi mobile tapi juga bisa dihadirkan unutk perangkat lainnya, salah satunya untuk notebook atau desktop.
 
Selain para vendor PC, ide untuk menghadirkan Android sebagai OS alternatif Windows, Mac OS, atau distro Linux lainnya juga dilakukan oleh para pengembang lain dengan menawarkan modifikasi Android OS yang mereka namakan Console OS.
 
Solusi Android (untuk perangkat non-smartphone x86) yang ada selama ini, seperti Android-x86, Bluestack emulator, Andy emulator, atau Native Android-IA dianggap masih jauh dari level memadai karena karena beberapa kekurangan yang ada.
 
Beberapa kekurangan solusi Android di atas antara lain; tidak mendukung dual-boot dengan Windows 8.1 (Secure Boot), tidak kompatibel dengan Android 4.x KitKat, tidak mendukung standar API graphics OpenGL 3.x, tidak kompatibel dengan ARM/x86 NDK, tidak menyediakan desktop UI yang user-friendly, dan beberapa kekurangan lainnya.
 
Pengembang di belakang Console OS menjanjikan akan melakukan modifikasi Android OS sehingga bisa menjadi alternatif sepadan dibandingkan OS desktop ‘mapan’, seperti Windows dan Mac OS yang telah digunakan selama ini.
 
Sejauh ini, Console OS telah dapat di-install pada beberapa notebook, desktop PC, tablet yang berbasiskan arsitektur x86. Console OS akan menyertakan dukungan fungsi layar sentuh dan stylus sehingga pengguna bisa berinteraksi saat bermain game Angry Birds atau Unreal 4 dengan mudah dan nyaman.
 
Console OS merupakan salah satu proyek yang sukses mendapat dukungan dana dari Kickstarter tahun lalu dan kini mulai menambah dukungannya pada berbagai jenis peangkat non-smartphopne.
 
Beberapa notebook, desktop PC, atau tablet yang telah didukung olehnya antara lain:
Acer Aspire (S7, ES1), ASUS Transformer Book T300, Clevo W740SU, Dell XPS (XPS 11, XPS 12, XPS 13), Gigabyte BRIX (BRIX s, BRIX Pro), Intel NUC (D34010, D54250, DC3217, DC53427, DE3815, DN2820, , ThinkPad X1 Carbon, Lenovo Yoga (Yoga 2 13, Yoga 2 Pro), Sony VAIO (VAIO Tap 11, Pro 11, Pro 13), Toshiba Portégé (R30, Z30), Toshiba (Satellite L55, Tecra A50, Tecra Z40, Tecra Z50).
 
Cara meng-install Console OS tidaklah semudah proses membakar file ISO ke media CD atau USB flash drive (UFD) lalu mem-boot-nya di PC/notebook. Untungnya, para pengembangnya telah menyediakan panduan yang relatif lengkap dan informatif di website Console OS. Anda pun tidak harus meng-install-nya ke media internal (hard disk, SSD) perangkat tapi dapat meng-install-nya pada media UFD yang bootable.


 Bagaimana? Tertarikkah kamu untuk menjadikan Android sebagai OS utama di PC kamu?

 
Bambang Cahyadi © 2011